ENTAH kenapa setiap bulan Pebruari mata saya sering ngedadak katarak. Liat terasi seperti ngeliat Silver Queen, liat bunga bangkai seperti ngeliat bunga mawar, liat batu bata seperti ngeliat Brownies Amanda, liat kebo seperti ngeliat Juliat Perez, dan..masih banyak lagi yang lainnya, yang pada intinya setiap bulan Pebruari segala sesuatunya jadi nampak serba pink dan serba coklat. Tapi anehnya, entah kenapa katarak seperti itu hanya terjadi di bulan Pebruari saja, bila bulan Pebruari berakhir, mata saya kembali ke sedia kala; Belekan.
Kelainan yang saya alami itu pernah saya konsultasikan kepada Dokter Ivan (bukan nama sebenarnya, tapi nama makhluk sejenis curut berkumis lele yang hobinya nyari cewe’ brondong di BIP). Dokter spesialis varises dan rorombéheun[1] ini mengatakan bahwa gejala yang menimpa saya itu adalah akibat dari infeksi virus H1N1+7-2×9÷4, yang di kalangan orang awam virus ini lebih dikenal dengan nama Virus Valentine.
——-
[1] Kaki pecah-pecah (Bhs. Sunda). Menurut mitos, penyakit ini sebabkan karena keseringan makan sop kaki badak. Biasanya, kaki pecah-pecah tersebut selalu disertai dengan gejala sariawan, tenggorokan kering, dan sulit buang air besar (ini rorombéheun atow panas dalam sih sebenernya?!).
——-



