little company

Barometer Cinta

In MyWay on 3 Februari 2010 at 10:00

CINTA adalah sesuatu yang fitrah dalam diri manusia. Fitrah bisa dipahami sebagai sesuatu yang alami yang bisa ditemukan dalam diri setiap manusia, bisa juga dipahami sebagai suci tak bernoda[1]. Dengan demikian, dari pemaknaan yang pertama hendaknya membuat kita paham bahwa jatuh cinta itu suatu hal yang normal dan wajar. Sementara pemaknaan yang kedua hendaknya membuat kita bersikap hati-hati ketika menyalurkan dorongan cinta supaya cinta kita tetap bersih dan tak bernoda.

Maka, disitulah letak pentingnya petunjuk dan tuntunan. Allah Swt. sendiri telah memberikan petunjuk kepada kita bagaimana cara menikmati cinta. Rasul Saw. pun telah memberi tuntunan kepada kita bagaimana cara merasakan indahnya cinta. Semua ada barometernya, sehingga kita bisa mengukur mana cinta yang suci dan mana cinta yang kotor, mana cinta yang menentramkan dan mana cinta yang memabukkan, mana cinta yang menyelamatkan dan mana cinta yang menjerumuskan.

Oleh karena itu, ada baiknya kita sama-sama merenungi beberapa keterangan berikut ini yang berkenaan dengan urusan cinta-mencintai[2]:

Cinta yang berbuah surga

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “Siapa mereka itu?”, (Dijawab) “Mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).

Cinta yang menguatkan

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh merasa mengaduh dengan terus terjaga, tidak bisa tidur, dan merasa panas. (HR. Muslim).

Cinta yang memberikan cahaya

“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada, tapi para nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka karena kedudukannya itu disisi Allah.” Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tolong beritahu kami siapa mereka?” Rasulullah menjawab: “Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat, serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita.” (HR. Abu Daud).

Cinta yang memberikan keteduhan

Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman: “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagunganKu? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka dengan naunganKu dihari yang tiada naungan selain naunganKu.” (HR. Muslim).

Cinta yang berbalas cinta

Allah berfirman, “Pasti akan mendapat cintaKu orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku.” (Hadits Qudsi).

Diceritakan bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata, “Kau mau kemana?” Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini.” Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu?” Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah.” Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karenaNya.” (HR. Muslim).

Cinta yang manis

Tiga perkara yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari-Muslim).

Cinta yang wajar

Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi).

Cinta yang buta

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Lantas, termasuk jenis cinta yang manakah yang sekarang sedang kamu jalani???

TERLEPAS dari apa yang menjadi jawabannya, ada ada baiknya saya mengajak sobat LiÇo Fellow untuk sama-sama beristigfar kepada Allah Swt. atas sikap kita yang seringkali berpaling dari cinta Allah yang mulia dan abadi hanya demi mengejar cinta manusia yang hina dan fana.

TQS. Al Baqarah 2:165 Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

Selain itu, marilah kita sama-sama berlindung kepada Allah supaya dijauhkan dari cinta yang kotor, cinta yang memabukkan, dan cinta yang menjerumuskan, melalui sebuah doa yang pernah dipanjatkan Rasul Saw. berikut ini:

اللهم ارزقني حبك وحب من ينفعني حبه عندك اللهم مارزقتني ممااحب فاجعله قوة لي فيماتحب اللهم ومازويت عني مما احب فاجعله فراغا لي فيما تحب

“Ya Allah, berilah aku rezeki cintaMu dan cinta orang yang bermanfaat buatku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai. (HR. Al-Tirmidzi).

Amiin..Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Wallahu a’lam,

رجال القدسي


[1] Fitrah= sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, http://www.pusatbahasa.diknas.go.id.

[2] Sebagian dikutip dari Asma Nadia dkk., Laa Tahzan for Broken Hearted Muslimah, Lingkar Pena, 2008.

|=ÏGä. ãNà6ø‹n=tæ ãA$tFÉ)ø9$# uqèdur ×nöä. öNä3©9
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: