little company

Parfum Feromon; “Pelet” Cinta Abad 20

In BeautifulMind on 3 Februari 2010 at 10:05

MARI kita mulai obrolan kita ini dengan sebuah pertanyaan pembukaan; Darimana datangnya cinta?

Jawabannya tentu saja beragam, tapi jawaban yang paling populer adalah; Dari mata turun ke hati, right? Modus ini dicurigai yang paling banyak terjadi. Ga heran bila muncul istilah..love at the first sight, yaitu cinta pada tendangan pertama (gini nih kalo preman jatoh cinta..suka maen fisik). Pada umumnya asmara cinta jenis ini berawal dari saling pandang, kemudian mereka saling lirik, trus saling lempar senyum, setelah itu saling kirim salam, lalu saling mencintai, dan akhirnya setelah menikah..saling lempar piring (ma’lum, kan tadi dah dibilang, yang jatoh cinta preman).

Pada sebagian orang cinta datang bukan dari mata, tapi berawal dari telinga (suara), lalu turun ke hati. Modus ini juga banyak terjadi. Misalnya, berawal dari telpon salah sambung, lalu secara tidak terduga langsung jatuh cinta karena suaranya, padahal orangnya masih belom jelas wujudnya. Jenis yang seperti ini ga sedikit yang akhirnya berujung pada pernikahan. Mirip pengalaman Adul, seorang bujang lapuk bin perjaka tua a.k.a jomblo bulukan:

Adul: Halow, assalamu’alaykum, dengan Pak Joko?

*Terdengar di ujung telpon suara cewe’ muda yang ceria, lembut, dan aga’ serak-serak banjir. Umur perkiraan 20 taunan. Dalam otak Adul, dari suaranya ni cewe’ pasti cantik banget, kemungkinan besar visualisasinya perpaduan antara Luna Maya, Sandra Dewi, dan..Nenek Lampir*

Cewe’ X: Halow, wa’alaykumsalam. Siapa? Pak Joko?? Maaf mas..salah sambung.

*Suara cewe’ itu ternyata telah menggetarkan hati Adul, walowpun sejujurnya hati Adul pun akan bergetar juga bila mendengar suara sapi betina. Tekadnya saat itu adalah sekaranglah saatnya untuk merubah nasip. Saatnya pedekate. Now or never!*

Adul: Oooh, salah sambung. Kalo gitu ini dengan siapa?

Cewe’ X: Ini dengan Toko Bangunan.

*”Sial! Kirain mo nyebutin nama!”, kata Adul dalam ati. Tapi Adul ga abis akal*

Adul: Toko Bangunan?? Wah, kebetulan dong kalo gitu, saya rencananya mau ngebangun rumah nih.

Cewe’ X: O ya? Rumah tinggal?

Adul: Bukan.

Cewe’ X: Rumah kosan?

Adul: Bukan juga.

Cewe’ X: Rumah bordil?

Adul: Astaghfirullah! Emang saya germo, apa!?

Cewe’ X: Lantas rumah apa dong?

Adul: Anu..emmh..saya mo ngebangun rumah tangga, yang sakinah mawadah warahmah, yang lantainya adalah iman, dindingnya adalah takwa, tiangnya adalah pengertian, atapnya adalah kesetiaan, tamannya adalah rindu, dan penghuninya adalah saya dan..Mba.

Cewe’ X: Dasar lalaki cengos!

*Klik! Tuuut..tuuut..tuuuttt!*

Adul: *mimisan* …emh, nasiiip nasip…

>Catet, ini bukan pengalaman pribadi penulis. Sekali lagi; Bukan. Hanya mirip<

Begitulah hadirin, cinta bisa datang darimana saja. Orang ga bakal ada yang tau pasti darimana datangnya cinta. Bisa datang dari suara/telinga, bisa dari mata, bahkan bisa juga datang dari selain keduanya, misalnya dari idung, dari cara berjalan, dari hobi, dari prestasinya, dari akhlaknya, dari ibadahnya, dan masih banyak “dari” yang lainnya.

Hal berikutnya yang juga tidak kita ketahui adalah waktunya..kapan akan jatuh cinta; Sekarang, besok, atow lusa. Walowpun dipaksa-paksa untuk jatuh cinta sekarang, kalo bukan waktunya teteup aja ga bakalan kejadian. Justru sebaliknya, cinta datang dengan tiba-tiba, tak terduga, dan tidak direncanakan. Cinta datang begitu saja tanpa kita sadari kedatangannya, tau-tau sudah nyangkut di hati. Persis seperti kentut, kita ga akan pernah tau kapan kita akan mencium baunya. Dia datang dengan tiba-tiba, tak terduga, dan tidak direncanakan, bahkan mungkin tidak diinginkan. Tapi justru sang kentut datang begitu saja tanpa kita sadari kedatangannya, bahkan tanpa permisi sama sekali, tau-tau sudah nyangkut di idung, dengan sensasi aroma sepiteng yang dominan.

Kemudian, selain ga tau darimana dan kapan, orang pun ga bakalan tau pasti kepada siapa dia akan jatuh cinta. Sebaliknya, cinta justru datang dari orang yang tak terduga, datang begitu saja tanpa kita sadari. Walowpun sudah membidik orang tertentu yang akan dijadikan sasaran panah cinta kita, tapi sering kali yang menjadi jodoh kita meleset dari yang telah dibidik. Kasus seperti ini banyak sekali terjadi, bukan cuman seorang dua orang. Kamu juga pasti pernah mengalaminya, iya kan? Saya juga waktu jaman jahiliyah dulu begitu, pernah ngalamin mengejar cintanya seorang cewe yang ada di kelas sebelah, eeh..ternyata jadinya malah sama cewe di sekolah laen yang lokasinya jauh banget dari sekolah saya. Saya juga pernah mengejar cintanya seorang cewe’ kuliahan, eeh..ternyata nyangkutnya malah sama seorang cewe penjual sembako di Pasar Sederhana. Dan pernah juga ngejar-ngejar cintanya anak Pa’ Lurah, eeh..ternyata malah balik dikejar Pa’ Lurah..”Maling jemuraaan!!!” teriak Pa’ Lurah sambil ngacung-ngacungin golok.

*Sial! Ternyata Pa’ Lurah masih inget sama yang nyolong kolornya*

Demikianlah sodarah-sodarah, orang ga akan pernah tau kepada siapa mereka akan jatuh cinta. Selain itu, orang pun ga ada yang tau pasti gimana prosesnya ketika nanti dia jatuh cinta. Justru sebaliknya, orang jatuh cinta sering dengan cara yang sangat tidak terduga. Bahkan sangat tidak masuk akal. Seperti ceritanya Mr. X (classified) yang dapet jodoh dari kejadian tabrakan. Dia ga sengaja nabrak seorang cewe’ di jalan raya. Ga dinyana, sang korban tabrakan itu malah jatuh cinta sama Mr. X. Dia sempet heran, “Ko’ bisa ya di dunia ini orang yang ditabrak malah jatuh cinta sama yang nabraknya?” Lalu saya beri dia sedikit nasehat, “Cinta dan jodoh itu misteri, kawan. Kita ga akan pernah tau bagaimana caranya dia datang. Itu telah menjadi rahasia Allah.”

Dia manggut-manggut, nampaknya jawaban saya membuatnya sadar tentang hakikat cinta yang sebenarnya.

Lalu saya lanjutkan nasehatnya, “Tapi ingat satu hal kawan, lain kali kalo mau nabrak orang..mbo ya pilih cewe yang aga’ cakepan dikit.”

Dia manggut-manggut lagi, lalu gampar saya pake sendal jepit, plak!

Okeh, kembali ke leptop.

Cinta itu memang misteri, sodarah-sodarah, seperti yang diuraikan di atas. Kita ga kan tau secara pasti kapan datangnya, siapa orangnya, dan bagaimana caranya dia datang. Yang kita ketahui hanyalah rasanya; Senang, sedih, menangis, tertawa, manis, pahit, dll. Dan yang kita ketahui hanyalah penampakannya saja; Indah, cerah, redup, berwarna, kusam, dll. Misalnya, cinta seorang ibu kepada anaknya, penampakannya bisa diliat dari pengorbanan sang ibu dalam membesarkan anaknya hingga berkorban peluh dan darah; Cinta seorang muslim kepada Allah Swt., penampakannya bisa diliat dari kesungguhannya dalam mengikuti semua perintah dan menjauhi laranganNya, sekalipun berat, banyak cobaan dan rintangan, tapi rela demi mendapatkan cinta Rabb-nya; Cinta seseorang kepada sahabatnya, penampakannya bisa diliat dari kesetiaannya dalam menemani sang sahabat dalam suka dan duka, saling menasehati dalam kebenaran dan sabar, saling menolong dalam kebaikan dan takwa; Cinta seorang isteri kepada suami, penampakannya bisa diliat dari penerimaan sang isteri terhadap suaminya, walowpun tampang suaminya abstrak, bodinya offroad, ekonominya memprihatinkan, kentutnya bau, panunya banyak, tidurnya ngorok (ngiler pula), dan segala kekurangnya lainnya, namun semuanya dia terima apa adanya dengan sikap syukur dan sabar.

Ga salah lagi, semua itu terjadi karena adanya rasa cinta dalam diri manusia. Sebuah rasa yang sudah ada sejak manusia dilahirkan. Ada secara alami dalam diri, tanpa diminta, tanpa dibeli, tanpa dibuat-buat, tanpa pengawet, dan tanpa pewarna buatan. 100% alami.

So, pertanyaannya sekarang adalah: Siapa sebetulnya yang telah menanamkan rasa cinta dalam diri kita sehingga kita bisa tertawa dan menangis karenanya, senang dan sedih karenanya, suka dan duka karenanya, serta dunia menjadi indah dan berwarna karenanya???

MENURUT gosip di dunia persilatan,  gejolak cinta itu katanya dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya dengan adanya keberadaan feromon dalam tubuh manusia. Organ ini terkategori sebagai hormon pada tubuh manusia[1], sebagaimana hormon-hormon lainnya yang sudah lebih dulu kita kenal, seperti hormon testosteron, estrogen, vasopresin, oksitosin, prolaktin, dll[2]. Feromon ini bahasa sederhananya adalah bau tubuh alami. Saya sengaja memakai istilah ‘bau tubuh’ bukan ‘bau badan’, untuk membedakannya dengan bau kelek/ketek, mengingat keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaannya bisa dilihat dalam tabel berikut:

Feromon Kelek
Baunya samar, bahkan bisa dikatakan tidak berbau sama sekali Baunya asem, pait, dan aga-aga sepet gimanaa gitu (apal meureun kumaha)
Mudah hilang dan  menguap Tahan lama 1×24 jam, walopun sdh pake rexona sepuluh botol..ga ngepek. Bau ketek baru bisa hilang kalo dicuci pake aer aki.
Tidak bisa dilihat dengan mata telanjang Untuk ngeliat ketek ga perlu pake acara telanjang sgala, ga penting banget, nanti dikatain orang gila. Tinggal angkat aja lengan sendiri, bebas mo yang kanan atow yang kiri, trus liat deh tuh ketek sepuasnya. Setelah diliat sih terserah.. mo diisep atow dijilat, itu urusan lu.

—–

[1] Pada tubuh binatang pun terdapat feromon juga.

[2] Harun Yahya, “Keajaiban Hormon”, silahkan sedot ebook-nya disini.

—–

Feromon ini unik sodarah-sodarah, karena setiap orang ternyata punya bau tubuh yang berbeda-beda. Keberadaannya seperti sidik jari, sehingga ga akan sampe kejadian ada feromon yang baunya sama, kecuali atas ijin Allah.

Dan walowpun tadi disebutkan bahwa feromon itu baunya samar, tapi hidung seseorang teteup masih bisa mendeteksinya, yaitu melalui salah satu organ dalam hidung manusia yang disebut dengan VNO (Vomeronasalorgan)[3]. Dari organ inilah kemudian informasi bau tubuh seseorang itu bisa dikenali, selanjutnya informasi itu akan diteruskan ke otak untuk direspon dan diterjemahkan, hasilnya diteruskan ke seluruh saraf motorik tubuh dengan sejumlah bahasa tubuh tertentu, seperti; Jantung deg2an, panas dingin, keringetan atas-bawah, mata berbinar-binar, muka berseri-seri, rasa kangen, curi-curi pandang, smsan, telpon2an, kirim2 salam, menundukkan pandangan, ta’aruf, khitbah, menikah, dan berbagai bahasa tubuh lainnya, tergantung amalan.

Namun lagi-lagi uniknya, aroma feromon itu ga otomatis menimbulkan efek seperti di atas, hanya feromon-feromon tertentu yang dianggap cocok saja yang bisa menimbulkan reaksi seperti itu. Kalow bau tubuh seseorang itu cocok dengan bahasa program otak seseorang lainnya, maka barulah akan terjadi “klik”, mun ceuk bahasa ABG mah “Nyambung”[4]. Sebaliknya, kalo feromonnya ga cocok, yaa..reaksinya akan dingin alias lempeng-lempeng saja, ga bakal ada ketertarikan satu sama lain. Itulah kenapa ga pernah kejadian ada manusia yang jatuh cinta sama atow sama sapi, pohon duren, batu bata, setrikaan, dispenser, gorila[5], atow yang laennya. Hal itu karena feromonnya memang ga cocok. Dan itulah pula yang menjadi penjelasan ilmiahnya kenapa sudah sepuluh taun lamanya ini saya belom juga dapet cewe yang bersedia diajak merit, yaitu karena belom ada cewe yang feromonnya cocok dengan saya (ngomong wé teu laku, kituh!).

—–

[3] Sinly Eva Putra, “Valentine’s Day dan Senyawa Feromon”, http://www.chem-is-try.org.

[4] Ada sebagian orang yang mengistilahkan kecocokan itu dengan kalimat “Chemistry-nya sama”. Kenapa kata yang digunakannya adalah “chemistry”? Alasannya (meureun) untuk merujuk ke feromon dan hormon-hormon lainnya itu yang memang merupakan unsur kimia alami dalam tubuh.

[5] Memang sih, pernah juga ada kejadian seekor gorila jatuh cinta sama seorang cewe’, tapi itu pun adanya cuman di pelem, judulnya King Kong. Buat yg blm liat pelemnya, silahkan liat ripiuw dan pelemnya disini.

—–

SODARAH-sodarah, mekanisme tubuh yang alami pada feromon tersebut ternyata tidak selamanya berjalan alami, karena ada juga orang yang mencoba untuk melakukan rekayasa cinta dengan “memaksakan” cintanya kepada yang lain. Salah satu contoh yang mungkin ini terbilang fenomena yang baru dan menarik bagi saya adalah dengan adanya parfum feromon yang sekarang beredar di pasaran, khususnya di dunia barat. Menurut klaimnya, feromon sintetis tersebut bisa membangkitkan ‘aura cinta’ seseorang, membuatnya lebih menarik dan memiliki daya pikat lebih dari biasanya. Parfum ini katanya bisa dipake untuk memikat seseorang supaya tertarik dan jatuh cinta kepadanya.

Parfum Feromon cowo utk 'narik' cewe

Parfum Feromon cewe utk 'narik' cowo

Namun yang paling menarik, lebih tepatnya gila, parfum ini ditawarkan dalam beberapa varian aneh yang diluar standar (For men & For women), yaitu Parfum Feromon For gay & For lesbi[6].

Parfum Feromon utk homo

Parfum Feromon utk lesbi

Ini jelas gila, karena kalo sampe kaum homo pada pake parfum sableng ini, bisa-bisa banyak orang normal tiba-tiba jadi homo gara-gara nyium wangi parfumnya. Ga kebayang juga kalo seandainya ada bencong yang pake parfum gendeng ini, trus masuk ke tempat fitnesnya Ade Rai. Wah, bisa-bisa kejadian; Casing Ade Rai..Sinyal Ade Juwita, Bodi maco..tangan melambai-lambai. Aiiih..ngerrrii! Yuuu!

Na’udzubillahi min dzalik!!!

Eniwey, parfum feromon ini sebetulnya membuat saya teringat pada lagu “Mbah Dukun”-nya si Alam[7]. Di lagu itu disebutin bahwa orang bisa memiliki daya pikat cinta yang “ekstra” dengan cara disembur air (campur ludah) Mbah Dukun. Nah..kalo yang sekarang ini kita bahas..orang bisa memiliki daya pikat cinta yang “ekstra” dengan cara disemprot parfum feromon. Bedanya memang tipis..yang satu tradisional yang satu lebih modern dengan dibungkus sejumlah teori ilmiah.

—–

[6] Sumpah, saya ga bakal ngasih tau toko yang ngejualnya. Ada lah poko’nya mah, moal beja-beja. Bahaya, bisi hayang meuli.

[7] Ga perlu malu-malu, silahkan dengerin lagunya disini. Salam dangdut! Seeeah!

—–

Lalu, apakah dengan begitu parfum feromon bisa disamakan dengan pelet? Meneketehe. Yang pasti, terlepas dari sama engganya, pertanyaan yang lebih penting untuk dibahas sebetulnya adalah; Siapa yang memasang feromon dalam tubuh kita sekaligus menginstall program apa yang cocok untuk menerjemahkan feromon tersebut dalam otak kita???

Jawabannya ga salah lagi..Dialah Allah Swt. yang telah menciptakan manusia, lalu menjadikannya lebih indah dan sempurna dengan diciptakannya asa, rasa, cita, cinta, dan kesempurnaan lainnya.

TQS. As Sajdah 32:9 Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Dialah Allah Swt. yang telah menanamkan rasa cinta, rasa kasih dan sayang dalam diri manusia sehingga kita bisa tertawa dan menangis karenanya, senang dan sedih karenanya, serta suka dan duka karenanya, dunia menjadi indah dan berwarna karenanya.

TQS. Ar Ruum  30:21 – Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dialah Allah, al Mushawwir[8], The Great Creator ever in Universe, yang telah menciptakan hormon feromon dalam diri kita, berikut saraf VNO dalam idung kita untuk mendeteksinya, sekaligus memprogram otak kita; Apa, bagaimana, dan dengan jenis feromon yang seperti apa kecenderungan rasa kita itu akan terbentuk.

TQS. Al A’laa 87:1-3 Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.

PERLU dicatat disini bahwa proses jatuh cinta itu sebetulnya tidaklah sesimpel yang digambarkan di atas, tidak terbentuk semata-mata hanya karena adanya feromon, VNO, dan tetek bengek lainnya itu. Tapi prosesnya lebih kompleks dan lebih rumit lagi. Sehingga cinta itu sosoknya semakin menjadi misteri yang tidak bisa kita jangkau hakikatnya secara pasti. Yang kita ketahui pasti hanyalah rasa dan penampakannya saja. Dan penciptanya.

Cinta ada sebagai sebuah anugerah yang sangat besar sekali dalam kehidupan kita ini yang harus kita syukuri. Ada dalam diri setiap manusia sebagai sebuah wujud kasih sayang Allah untuk kelangsungan hidup manusia, sekaligus sebagai sebuah tanda kebesaranNya.

Maka, bila cinta itu merupakan sebuah anugerah agung dari Yang Maha Agung, tanda kasih dari Yang Maha Kasih, lalu kenapa kita seringkali menikmati cinta dengan cara-cara yang tidak dicintai Allah..salah satunya dengan ikut riweuh papalentinan???

Wallahu a’lam,

Fun Ja Bo


[8] Al Khathabi dan Ibnu Katsir mengatakan: “Al Mushawwir berarti yang membuat ciptaannya dalam berbagai bentuk yang berbeda agar saling dapat mengenal dan dibedakan..” (Sya’nu ad Du’aa’; Jaami’al Ushuul, dikutip dari al Asmaa’ al Husnaa, Prof. DR. Umar Sulaiman Abdullah al Asyqar, Qisthi Press, 2006.

¢OèO çm1§qy™ y‡xÿtRur ÏmŠÏù `ÏB ¾ÏmÏmr•‘ ( Ÿ@yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noy‰Ï«øùF{$#ur 4 Wx‹Î=s% $¨B šcrãà6ô±n@ ÇÒÈ

Iklan
  1. Tambahan info lagi neh buat sobat LiCo Fellow tentang feromon, ternyata tema feromon ini pernah diangkat juga di pelemnya Batman and Robin.
    Batman & Robin
    Saya sendiri baru ‘ngeh’ ketika beberapa waktu yg lalu nongton pelem itu di tipi. Ternyata musuhnya si Batman, Poison Ivy, yg dimaenin sm Uma Thurman itu punya senjata unggulan untuk melumpuhkan si Batman & Robin, yaitu feromon. Masih inget kan? Sok geura liat lagi pelemnya..

  2. somplak loe gan! wkawkkakwkwak. sumpah kocak banget! 😀 hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: